5 Tanda Remaja Alami Gangguan Mental yang Harus Segera Ditangani

5-Tanda-Remaja-Alami-Gangguan-Mental-yang-Harus-Segera-Ditangani
Foto dari Canva

Kasus perundungan pada anak terus meningkat setiap tahun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Lebih dari 49 persen dari data yang ada, anak usia 13-18 tahun mengalami gangguan kesehatan mental mulai skala ringan sampai berat. Tidak jarang kasus depresi berat berdampak buruk pada kesehatan hingga peningkatan angka bunuh diri yang sangat tinggi dikalangan remaja ini. Bagi orangtua atau orang terdekat wajib menyadari bila melihat adanya gangguan mental yang terjadi pada remaja, ya!

Tanda Gangguan Kesehatan Mental Pada Remaja

Bila Anda punya anak atau saudara usia remaja, maka simak beberapa tanda gangguan kesehatan mental yang tidak boleh terabaikan yaitu :

1. Kurang mampu mengontrol emosi

Remaja yang alami pubertas memang acap mengalami perubahan emosi yang tidak stabil, cenderung lebih pemarah dan terkesan sensitif. Namun, remaja yang mengalami masalah mental sering mengalami emosi yang meledak tanpa alasan yang jelas dan sulit mengontrol emosi tersebut. Hal ini dikarenakan remaja menjadi lebih perasa, merasa selalu salah, diabaikan, dan tidak berharga.

2. Mengalami perubahan perilaku yang tidak wajar

Anda bisa melihat gejala atau ciri remaja mengalami gangguan mental yang harus segera ditangani adalah perubahan perilaku yang tidak wajar, misalnya ia menjadi lebih memberontak, mengamuk, lebih gampang tersinggung, bersikap arogan, dan menjadi pribadi lebih tertutup atau enggan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

3. Mengalami penurunan prestasi

Hal nyata yang berdampak dari kesehatan mental yang terganggu adalah anak mengalami penurunan prestasi baik akademik dan non akademik. Anak menjadi lebih pemurung, tidak bersemangat, kurang fokus, dan tidak bisa berpikir lebih maksimal. Angka-angka mulai menurun, bahkan anak yang semula suka melakukan hobi atau punya kreativitas mulai menunjukkan tidak semangat melakukan hal tersebut. Bila terus dibiarkan berlarut, anak bisa menjadi lemah dan berdampak pada perkembangan fisik dan mentalnya.

4. Alami gangguan makan dan tidur

Coba amati dan lihat apakah anak Anda mengalami gangguan makan, misalnya alami penurunan nafsu makan yang drastis, kehilangan berat badan atau sebaliknya, ia menjadi banyak makan tanpa kontrol hingga mengalami obesitas.

Selain gangguan makan, tanda remaja bisa mengalami masalah emosional adalah gangguan tidur yang nyata mulai insomnia, begadang terus menerus atau tidur terlalu banyak. Waspadai segala gejala agar Anda bisa segera mengatasi gangguan mental yang anak-anak alami.

5. Sering melakukan kebiasan buruk dan mengeluh sakit fisik

Gangguan mental yang terjadi pada remaja bisa disebabkan banyak hal mulai faktor keluarga dan lingkungan. Biasanya anak-anak akan melakukan kebiasaan buruk seperti merokok, mabuk, terjerat narkoba, pergaulan bebas, bahkan mereka bisa mulai menyakiti diri sendiri. Bila tidak segera ditangani, maka remaja sangat rentan mengalami depresi yang berakhir pada bunuh diri.

Selain itu, anak-anak juga sering mengeluhkan sakit fisik yang intens seperti sakit kepala, mual, nyeri pada otot-otot, lesu, dan lebih lemah dari sebelumnya. Waspadai pertanda sejak dini agar Anda bisa melakukan bantuan dan penanganan lebih serius pada perkembangan mental buah hati tercinta.

Dukungan orang terdekat bisa membantu remaja yang alami gangguan kesehatan mental bisa bangkit kembali dari masa keterpurukan. Jangan abaikan mereka, tetapi rangkul dan beri motivasi untuk mengembalikan semangat dan rasa percaya diri anak. Cinta kasih dari keluarga atau lingkungan bisa membantu anak pulih lebih cepat dan terhindar dari gangguan mental yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental sang anak. Mengetahui akar penyebab gangguan mental bisa membantu orang terdekat memberikan solusi dan bantuan pada remaja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.