Mengapa Jenazah Pasien Positif Corona Perlu Segera Dimakamkan Oleh Petugas Medis?

  • Whatsapp
Mengapa-Jenazah-Pasien-Positif-Corona-Perlu-Segera-Dimakamkan-Oleh-Petugas-Medis
Foto dari Canva Photos Unlimited

Indonesia dan hampir semua negara di dunia sedang berperang melawan wabah virus corona. Hingga kini virus covid19 ini telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia tepatnya di 207 negara. Jumlah kematian terus meningkat dengan total hingga sekarang mencapai lebih dari 57.000 jiwa. Di Indonesia sendiri jumlah kematian akibat positif covid19 mencapai 190 kasus dimana semua jenazahnya dimakamkan sesuai dengan protokol pemakaman pasien korban wabah WHO.

Jenazah pasien covid19 yang telah meninggal dunia, sama sekali tidak boleh dilihat lagi oleh siapapun kecuali oleh tenaga kesehatan. Dan mereka yang sudah meninggal dunia harus langsung dikebumikan dengan waktu tunggu hanya sekitar 4 jam. Sehingga dalam waktu 4 jam tersebut sudah harus dibuat persiapan untuk memakamkan jenazah sesuai dengan standar pemakaman WHO untuk korban wabah. Jenazah sendiri mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan jenazah lainnya mengingat penyebab kematiannya yang sangat menular sehingga dikhawatirkan masih bisa menularkan virus covid19 meski pasien sudah meninggal dunia.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Seperti diketahui bahwa jenazah yang sudah meninggal akan mengalami pembusukan perlahan-lahan. Saat terjadi pembusukan inilah dikhawatirkan akan ada lelehan cairan yang membawa virus aktif. Jika jenazah lain biasanya bisa dimandikan oleh keluarga, jenazah pasien covid19 dimandikan oleh tenaga medis dengan ketentuan yang ketat sesuai standar WHO. Berikut ini adalah cara memandikan jenazah pasien corona:

  • Jenazah dimandikan dengan cara mengguyurkan air di semua bagian tubuh jenazah.
  • Jika ada najiz atau kotoran maka tenaga medis membersihkannya terlebih dahulu.
  • Jenazah dimandikan dengan tetap menggunakan pakaian saat ia meninggal dunia.
  • Sebisa mungkin petugas medis tidak menyentuh darah atau cairan yang keluar dari jenazah.
  • Jika jenazah tidak mungkin dimandikan sesuai dengan syarat medis, maka jenazah ditayamumkan.

Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumkan, jenazah tetap akan dikafani sesuai dengan syariat Islam jika yang meninggal beragama Islam. Setelah dibalut kafan, jenazah dimasukkan dalam kantong jenazah yang kedap air. Keluarga atau rumah sakit mempersiapkan peti mati yang akan digunakan oleh jenazah untuk proses penguburannya. Jenazah dimasukkan ke dalam peti mati, kemudian dilakukan penyemprotan di area peti dengan desinfektan. Tutup peti diberikan lem kemudian ditutup dan dipaku lalu masih dibalut dengan plastik untuk menghindari resiko kontaminasi. Setelah dimasukkan ke dalam peti, dari waktu meninggal hingga dikuburkan, tenaga medis memiliki waktu 4 jam dan peti mati tidak boleh dibuka oleh siapapun.

Dalam pengurusan jenazah pasien covid19, tenaga medis yang melakukan prosedur harus memiliki jenis kelamin yang sama dengan pasien meninggal. Mereka juga harus menggunakan alat pelindung diri lengkap dan sering mencuci tangan. Tidak boleh makan, minum dan merokok selama prosesi belum selesai. Proses pemakaman dilakukan oleh tenaga medis pada liang yang telah dipersiapkan sesuai dengan ketentuan WHO. Keluarga bisa menyertai proses pemakanan dan melihat dengan tetap menjaga jarak.

Perlu diingat bahwa sejak seseorang dipastikan mengidap corona dan melakukan isolasi, maka sejak saat itu pasien tidak boleh dikunjungi oleh keluarga. Jika pasien sembuh maka dapat kembali bersama dengan keluarga, jika tidak atau meninggal dunia, maka keluarga tetap tidak bisa melihat jenazahnya. Karena itulah penting untuk menjaga kesehatan setiap harinya dengan makan makanan sehat dan berkonsultasi pada tenaga kesehatan saat sakit melalui Halodoc sehingga Anda tetap bisa di rumah untuk mendapatkan masukan dalam menangani gejala penyakit yang timbul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *